Alexandria, kota megah yang didirikan oleh Alexander Agung pada 332 SM, tidak hanya menjadi pusat peradaban Helenistik namun juga menyimpan warisan Romawi yang kaya. Di antara peninggalan tersebut, Pilar Pompey (عمود السواري) mencuat sebagai simbol kejayaan arsitektur Romawi di Mesir. Monumen ini, bersama dengan situs-sisa Romawi lainnya seperti Teater Romawi di Kom El Dekka, menggambarkan bagaimana Alexandria menjadi jembatan budaya antara dunia Mediterania dan Mesir kuno.
Monumen Kolosal di jantung Alexandria
Pilar Pompey adalah tiang kemenangan Romawi (triumphal column) yang terbuat dari satu balok granit merah tunggal (monolith) dari Aswan. Dengan tinggi total 26.85 meter (termasuk base dan capital), pilar ini didirikan antara 298-302 M pada masa Kaisar Diocletian. Meski dinamai “Pompey”, pilar ini sama sekali tidak terkait dengan Jenderal Romawi Pompey yang meninggal pada 48 SM. Nama itu berasal dari kesalahan pembacaan prasasti Yunani di base-nya oleh para penjelajah Eropa di abad pertengahan .
Mengapa Pilar Pompey Dibangun?
Pilar ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Kaisar Diocletian atas kemenangannya menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh domba Domitius Domitianus pada 297 M. Setelah pengepungan panjang, Diocletian merebut Alexandria dan kemudian memulihkan pasokan grain untuk kota itu. Sebagai rasa syukur, praefectus Aegypti (gubernur Romawi untuk Mesir) bernama Publius mendedikasikan monumen ini. Pilar ini awalnya mendukung patung perunggu Diocletian setinggi 7 meter, yang kini telah hilang .
Arsitektur dan Fakta Teknis Pilar Pompey
Pilar Pompey adalah satu-satunya kolom monolith di Mesir Romawi yang tidak disusun dari drum (potongan silinder). Detail arsitekturnya mencakup:
- Shaft (batang pilar): Tinggi 20.46 m, diameter 2.71 m, berat sekitar 285 ton .
- Material: Terbuat dari granit merah Aswan (lapis syenites), sementara capital-nya dari granit abu-abu dengan gaya Corinthian semu .
- Base: Terdapat prasasti dalam bahasa Yunani yang didedikasikan untuk Diocletian .
- Signifikansi: Pilar ini adalah salah satu monolith kuno terbesar yang pernah didirikan dan menjadi satu-satunya monumen kuno di Alexandria yang masih berdiri di lokasi aslinya .
Kompleks Serapeum: Konteks Religius Pilar Pompey
Pilar ini berada di dalam temenos (area suci) Serapeum, sebuah kompleks kuil besar yang dipersembahkan untuk dewa Serapis (dewa syncretistic Yunani-Mesir). Serapeum awalnya dibangun di masa Ptolemy III (abad ke-3 SM) dan dibangun ulang di era Romawi. Kuil ini dihancurkan oleh kerumunan Kristen yang dipimpin Patriarch Theophilus pada 389 M, menandai penindasan agama pagan . Di area ini juga terdapat:
- Perpustakaan Bawah Tanah: Terowongan sepanjang 75 m dengan ceruk untuk menyimpan gulungan papirus, diyakini sebagai cabang atau “perpustakaan putri” dari Perpustakaan Besar Alexandria .
- Nilometer: Struktur untuk mengukur ketinggian banjir Sungai Nil .
- Patung Sphinx dan Artefak Lain: Beberapa sphinx dan patung dari era sebelumnya, termasuk patung Ramses II, dipindahkan ke lokasi ini .
Jejak Romawi Lainnya di Alexandria: Teater Romawi di Kom El Dekka
Penemuan dan Lokasi Teater Romawi
Pada 1960, pekerja yang menggalı untuk proyek pemerintah di area Kom El Dekka (yang berarti “Bukit Puing”) secara tak sengaja menemukan pilar besi yang mengarah pada penemuan Teater Romawi Alexandria. Situs ini diekskavasi oleh misi arkeologi Polandia dan Mesir, dan kini menjadi taman arkeologi yang terbuka untuk umum .
Fungsi dan Sejarah Teater
Teater ini dibangun pada abad ke-4 M dan digunakan hingga abad ke-7 M, melalui periode Romawi, Bizantium, dan awal Islam . Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai odeum (teater beratap) untuk pertunjukan musik, dan kemudian juga digunakan untuk pertemuan dewan kota . Berdasarkan grafiti di kursi penonton, teater ini juga dikaitkan dengan hiburan seperti adu gulat dan mungkin mendukung “faksi” balap kereta (seperti Hijau dan Biru) .
Arsitektur dan Kapasitas Teater
Teater ini memiliki desain semi-sirkular tradisional dengan fitur-fitur berikut:
- Kursi Marmer: 13 baris kursi dari marmer putih, yang dapat menampung 600-700 penonton .
- Kompartemen VIP: Lima kompartemen di bagian atas dengan kubah, diduga untuk pejabat atau orang kaya .
- Akustik dan Desain: Lengkungan dan dinding batu kapur mendukung struktur, sementara kubah membantu memperkuat suara .
- Bahan Material: Marmer impor dan granit dari Aswan digunakan, dengan beberapa kolom dan elemen didaur ulang dari bangunan sebelumnya .
Kompleks Akademik di Kom El Dekka: “Universitas” Kuno?
Kom El Dekka bukan hanya teater; ini adalah pusat civic Romawi-Bizantium yang lebih besar yang mencakup:
- Kompleks Pemandian Romawi: Pemandaian umum besar (thermae) yang dibangun dengan dana kekaisaran, menampilkan berbagai ruangan seperti frigidarium, caldarium, dan kolam renang besar .
- Auditoria (Aula Kuliah): Sekitar 20 ruang kuliah yang disusun dalam bentuk setengah lingkaran dengan bangku batu, diduga digunakan untuk pengajaran retorika, filsafat, dan kedokteran dari abad ke-5 hingga ke-7 M. Kompleks ini sering disebut sebagai “universitas” kuno Alexandria, mungkin terkait dengan Perpustakaan Besar .
- Villa of the Birds: Sebuah villa Romawi awal dengan mosaik lantai yang terawat baik, termasuk mosaik burung yang memberi nama villa ini .
3. Pilar Pompey vs. Situs Romawi Lainnya di Alexandria: Sebuah Perbandingan
4. Signifikansi Historis: Alexandria di Bawah Kekaisaran Romawi
Kedatangan Romawi di Mesir setelah kematian Cleopatra VII (30 SM) mengubah Alexandria menjadi pusat administratif dan ekonomi utama. Pilar Pompey dan Teater Romawi mencerminkan adaptasi dan kontinuitas budaya:
- Pilar Pompey melambangkan kekuatan dan otoritas Romawi, sementara lokasinya di Serapeum menunjukkan akomodasi dan penggabungan keyakinan religius lokal (kultus Serapis) .
- Teater Romawi dan Kompleks Akademik menunjukkan keberlanjutan Alexandria sebagai pusat pembelajaran dan budaya, warisan dari masa Ptolemaic .
- Transformasi Urban: Dari villa mewah (seperti Villa of the Birds) di era Romawi awal ke kompleks publik yang lebih besar (pemandian, teater, aula kuliah) di era Romawi akhir dan Bizantium, Kom El Dekka merekam perubahan lanskap urban Alexandria .
5. Tips untuk Pengunjung
Bagi traveler yang ingin menjelajahi warisan Romawi Alexandria:
- Pilar Pompey dan Serapeum:
- Teater Romawi di Kom El Dekka:
- Disarankan: Memandu wisata berpengetahuan dapat memberikan konteks sejarah yang kaya. Gabungkan kunjungan dengan situs terdekat seperti Perpustakaan Alexandria Baru dan Benteng Qaitbay.
Sumber Informasi:
- Wikipedia – Pompey’s Pillar
- Alexandria Government – Roman Amphitheater
- Memphis Tours – Roman Amphitheatre
- Travel to Eat – Pompey’s Pillar and the Serapeum
- Wikipedia – Kom El Deka
- Egypt Tours Portal – Pompey’s Pillar
- History Hit – Roman Amphitheatre – Alexandria
Cari layanan LA Umroh yang amanah ?
Temukan di MoslemTour.com, dengan pilihan paket dan harga yang kompetitif yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan grup anda, untuk informasi lebih lanjut tentang paket perjalanan dan Land Arrangement Haji & Umrah segera kunjungi webnya ya.
Cari tiket dan hotel dengan harga termurah ? temukan di mesin pencari tikethaji.com