Ḥimā Cultural Area “Wilayah Budaya Hima” adalah salah satu situs arkeologi terpenting di Arab Saudi yang terletak di daerah pegunungan Al-Ula di barat daya Arab Saudi tepatnya di Provinsi Najran. Situs ini memiliki sejarah yang terbentang selama 7.000 tahun, mencakup periode sejak zaman prasejarah hingga masa modern, Hima dahulu merupakan salah satu rute karavan kuno Semenanjung Arab, hal ini menjadikannya memiliki koleksi yang substansial dari gambar-gambar seni batu yang menggambarkan kelangsungan budaya berburu, fauna, flora, dan gaya hidup.

Sejarah: Ḥimā Cultural Area memiliki sejarah panjang yang mencakup periode dari zaman prasejarah hingga masa modern. Situs ini memiliki bukti-bukti arkeologi yang menunjukkan keberadaan manusia sejak ribuan tahun yang lalu, termasuk situs-situs prasejarah dan kuno yang telah digali dan dipelajari oleh para arkeolog.

Lokasi: Situs ini terletak di daerah Al-Ula di Arab Saudi, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan warisan budaya. Al-Ula merupakan bagian dari program Vision 2030 Arab Saudi yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi di wilayah tersebut.

Bukti Arkeologi: Ḥimā Cultural Area memiliki berbagai macam bukti arkeologi yang mencakup situs-situs prasejarah, kuno, dan Islam awal. Situs-situs ini termasuk bangunan-bangunan kuno, makam-makam, petroglyph, dan artefak-artefak bersejarah lainnya yang memberikan wawasan yang berharga tentang kehidupan dan budaya di wilayah tersebut selama ribuan tahun.

Petroglyph:
Salah satu fitur paling menonjol dari Ḥimā Cultural Area adalah petroglyph atau ukiran batu kuno yang tersebar di seluruh situs. Petroglyph ini mencakup gambar-gambar manusia, hewan, dan simbol-simbol lainnya yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat kuno yang tinggal di wilayah tersebut, gambar/iskripsi ini di ukir oleh orang di masa lampau yang pernah berkemah di situs ini dan meninggalkan berbagai macam inskripsi batu dan petroglif yang kaya. Inskripsi-inskripsi tersebut menggunakan berbagai aksara, termasuk Musnad, Aramaic-Nabatean, South-Arabian, Thamudic, Yunani, dan Arab. Properti dan zona pelindungnya juga kaya akan sumber daya arkeologi yang belum diekskavasi dalam bentuk kumpulan batu tumpukan, struktur batu, makam, sisa alat batu, dan sumur kuno.

Setidaknya terdapat lebih dari 13 lokasi yang di dalamnya terdapat gambar perburuan, peternakan, bentuk-bentuk manusia yang ukurannya lebih besar dari ukuran biasa, di gambar tersebut juga terlihat manusia yang menggunakan berbagai penutup kepala, jenggot laki-laki di sekitar leher, dan khalakhel (alat) yang ditaruh di kaki agar mengeluarkan suara yang sesuai dengan gerakan tarian dan musik, manusia ini juga menggunakan pakaian berupa sarung yang mengelilingi tengah badan, juga manusia yang membawa senjata untuk berperang dan berburu, seperti tombak yang di tengahnya ada hiasan, panah, busur, pisau, juga gambar sekelompok manusia yang sedang menari dengan alat musik seperti rebana, di sini juga terdapat berbagai prasasti dan yang paling terkenal adalah prasasti Raja Yusuf Asar yang ada di Gunung Hamathah, yang mencatat kemenangan Raja Yusuf atas orang-orang Habasyah tahun 518.

Hima juga memiliki tempat peristirahatan tertua yang diketahui di rute karavan gurun yang penting, di mana sumur-sumur Bi’r Ḥima sudah ada setidaknya 3.000 tahun yang lalu dan masih menghasilkan air tawar.

Sebagai bagian dari program Vision 2030 Arab Saudi, Ḥimā Cultural Area menjadi pusat perhatian dalam upaya untuk mengembangkan pariwisata budaya di wilayah Al-Ula. Pemerintah Arab Saudi telah berinvestasi dalam pengembangan dan promosi situs ini sebagai tujuan wisata budaya yang penting di Arab Saudi.

Ḥimā Cultural Area adalah salah satu situs arkeologi terpenting di Arab Saudi yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat besar. Dengan kekayaan warisan budayanya yang luar biasa, situs ini menawarkan pengalaman yang mendalam bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan budaya kuno Arab Saudi.

Scroll to top